Bupati Solok Terjun Langsung Tanggapi Adanya Tindakan Asusila di Salah Satu Pesantren di Alahan Panj

By Pemerintah Daerah Kabupaten Solok 17 Jun 2021, 21:15:37 WIB Kegiatan
Bupati Solok Terjun Langsung Tanggapi Adanya Tindakan Asusila di Salah Satu Pesantren di Alahan Panj

(Arosuka) Kominfo. Usai bersilaturahmi dengan masyarakat, Bupati Solok H. Epyardi Asda, M.Mar bersama rombongan meninjau langsung Pondok Pesantren M. Natsir yang juga berada di Alahan Panjang, Rabu (16/06). Kedatangan Bupati didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir, Wakapolres Solok Arosuka Kompol Yuswawi, SH, Kepala Kemenag Drs. Alizar Chan, M, Ag, Camat Lembah Gumanti Zaitul Ikhlas, Kepala Bagian Kesra Ahpi Gusta Tusri, S.STP, M.Si, Kepala Bagian Pemerintahan Syahrial, DP3AP2KB Propinsi Sumbar diwakili Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Desra Elina, Anggota DPRD Kabupaten  Solok Hafni Hafiz, Arlon Sutan Sati, Etra Nedi, Mukhnaldi, Firman Syukri, dan Efdizal, serta Wali Nagari Alahan Panjang Zulkarnaini.

Peninjauan ini dilakukan pasca maraknya berita mengenai tindakan asusila/ pelecehan seksual  yang dilakukan oleh salah satu oknum pembina asrama kepada anak didik/santri yang berada di Pondok Pesantren M. Natsir tersebut. Bupati Solok meninjau kondisi asrama santri baik asrama perempuan maupun asrama laki-laki. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi asrama untuk perempuan dan laki-laki dipisahkan sebagaimana mestinya. Selain itu Bupati juga meminta keterangan Pimpinan Pondok Pesantren serta masyarakat sekitar, tentang bagaimana kronologi peristiwa tindakan asusila ini terjadi. Sebelumnya, dari hasil gelar perkara yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian Resort Polres Arosuka, oknum pembina asrama yang berinisial MS (29) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perbuatan asusila. Bupati juga melakukan peninjauan ke rumah warga yang anaknya menjadi korban tindak asusila tersebut. Sesampainya di rumah warga tersebut, orang tua korban tak kuasa menahan air mata dan  menyampaikan kronologi kejadian yang menimpa anaknya kepada Bupati. Dia berharap agar oknum yang melakukan tindakan asusila tersebut, ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca Lainnya :

Menyikapi kejadian tersebut, Bupati meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berbuat anarkis karena negara ini adalah negara hukum, biarkan pihak yang berwenang melakukan kewajibannya dan memproses oknum tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu Bupati juga meminta kepada masyarakat, untuk tidak mengucilkan bahkan membully para santri yang menjadi korban tersebut, karena mereka merupakan anak-anak di bawah umur yang masih membutuhkan perhatian dan bimbingan. Kejadian ini merupakan peristiwa yang tak pernah terbayangkan akan terjadi sebelumnya. Bupati juga memerintahkan kepada dinas terkait, untuk memberikan pembinaan khusus terhadap pemulihan psikologis anak agar nantinya tidak berdampak serta berpengaruh buruk kepada perkembangan anak dimasa depan. “Jangan dibiarkan saja karena alasan malu, kalau memang kondisi sang anak mengalami gangguan psikologis. Karena jika gangguan itu tak segera diatasi, dikhawatirkan akan berpengaruh kepada perkembangan anak itu sendiri kedepannya,” ungkap Bupati. Lebih lanjut Bupati juga menghimbau Dinas Kesehatan juga harus memberikan perhatian serta pelayanan yang serius terhadap anak-anak yang menjadi korban. “Tolong berikan perhatian serta pelayanan yang serius kepada masyarakat saya, jika nanti terkendala kalau masyarakat belum terdaftar di BPJS, diluar kedinasan saya akan atasi nanti secara pribadi. Saya siap membantu,” tegas Bupati. Selain itu Bupati juga berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat segera menemukan dan menangkap tersangka yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu pihak DP3AP2KB juga telah melakukan pembimbingan psikologis untuk memulihkan kembali psikologis para korban. Pihaknya akan memberikan bimbingan psikologis terhadap korban melalui metode yang nantinya akan bisa untuk memulihkan kembali mental anak-anak dari keterpurukan sehingga bisa untuk bermain dan bergaul seperti sedia kala. “Kami akan memantau perkembangan anak setiap saat, sehingga mental dari anak-anak akan kembali dan betul-betul pulih untuk menjadi pribadi yang baik” ujar Desra Elina. Di akhir kunjungannya Bupati memberikan bantuan langsung berupa uang tunai kepada para korban, dan akan menyekolahkan kembali para korban di pesantren miliknya yang ada di Singkarak. (admin)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment