Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Lounching Pos Gizi Bebas Stunting Nagari Batu Banyak.

By Pemerintah Daerah Kabupaten Solok 06 Des 2022, 10:05:56 WIB Kegiatan
Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Lounching Pos Gizi Bebas Stunting Nagari Batu Banyak.

Arosuka-(Kominfo). Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda SP, buka secara lansung kegiatan lounching pos gizi bebas stunting  pada Selasa (06/12/2022) bertempat di Posyandu Seroja 2, Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya. Kgiatan ini dilaksanakan dalam  rangka menurunkan kasus Stunting di kabupaten Solok.

          

Baca Lainnya :

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda SP, yang didampingi oleh Wali Nagari Batu Banyak, Viva Martha, Kepala Dinas Kesehatan Diwakili Kabid Kesmas Dinkes Kab. Solok, Darniyenti Elvita SKM, MKM, Wali Nagari, Ketua TP-PKK Kecamatan dan Ketua TP-PKK Nagari se Kecamatan Lembang Jaya.

Wali Nagari Batu Banyak, Viva Martha, mengungkapkan bahwa, di nagari Batu Banyak terjadi penurunan stunting sebanyak 21 orang. “ ini merupakan kerja sama kita semua bersama Pemkab Solok. Tahun lalu angka stunting berjumlah sekitar 45 orang, artinya ini berkat keseriusan Pemda dan kita di nagari memperjuangkan menurunkan stunting”.

Dari program nagari juga telah melaksanakan program makan tambahan anak sekolah (khususnya anak PAUD), ini merupakan bukti keseriusan kita di nagari, mudah-mudahn dengan launching pos gizi ini dapat menurunkan stunting di nagari batu banyak dengan nol kasus stunting.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid Kesmas Dinkes Kab. Solok Darniyenti Elvita SKM, MKM, menjelaskan bahwa, “dikabupaten Solok sudah memasuki tahun keempat sebagai prioritas percepatan penurunan stunting, untuk segera di tuntaskan masalah stunting, dengan harapan zero stunting”.

Dalam meningkatkan SDM di kabupaten Solok kedepannya, stunting ini diharapkan segera diatasi karena nantinya generasi muda kita tidak dapat bersaing di masa yang akan datang. Terima kasih kepada ketua TP-PKK Kabupaten Solok yang telah mendukung penuh dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Dalam menu pos gizi kali ini didalam menunya lebih mengutamakan pangan lokal, tidak perlu mahal, tidak perlu daging ataupun ayam, cukup dengan olahan pangan lokal yang kita modifikasi baik dari segi kalori, baik itu beras, kentang dan dari segi protein dari ikan.

Saat ini ada 3 pos gizi yang akan dilanching yaitu, Pos Gizi Batu Banyak Sehat Ceria, Pos Gizi Batu Banyak Bebas Stunting dan Pos Gizi Batu Banyak Cegah Stunting, mudah-mudahan dengan adanya pos gizi ini dapat menurunkan angka stunting di nagari batu banyak dan diharapkan tidak ada kasus stunting yang baru.  “PKK Nagari batu banyak dan puskesmas Lembang Jaya tetap melaksanakan pemantaun tumbuh kembang balita kita,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda, menyampaikan bahwa, “Pos Gizi merupakan pelayanan yang dilakukan di Posyandu dengan melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita yang kemudian diidentifikasi apakah seseorang balita tersebut masuk ke dalam kategori gizi buruk atau tidak”.

Hal ini dilakukan agar angka stunting pada anak-anak bisa semakin menurun. Pos gizi ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam melihat pertumbuhan dan perkembangan balita di Nagari Batu Banyak sehingga upaya kita dalam menurunkan angka stunting dapat terlaksana.

Pos gizi juga sangat bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki balita yang bermasalah, diharapkan masyarakat agar rutin melakukan aktifitas di pos gizi sehingga balita yang bermasalah dapat dipantau tumbuh kembang dengan baik terutama dari asupan gizi dan Kesehatan balita tersebut.

Setelah dilaksanakan launching pos gizi ini akan ada sinergitas dari Pemerintahan Nagari, Kecamatan dan Kabupaten bekerjasama nantinya dengan TP PKK untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Solok. Akan muncul inovasi memutus mata rantai masalah stunting di Kabupaten Solok, semoga derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Solok bisa meningkat setinggi-tingginya. 

“Derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah nagari dan organisasi kemasyarakatan berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif termasuk salah satunya kesehatan balita,” ujarnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment